preloader
preloader
<p> LKPP RI Terbitkan Panduan Pelaksanaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Masa Wabah Corona</p>
blog-thumb

LKPP RI Terbitkan Panduan Pelaksanaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Masa Wabah Corona

LKPP RI Terbitkan Panduan Pelaksanaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Masa Wabah Corona
 
Perpanjangan status darurat bencana dan wabah corona dan perlunya penyesuaian  pelaksanaan  pembuktian kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  yang  selaras  dengan  upaya  pencegahan penyebaran  wabah  Virus  Corona  (COVID-19), maka LKPP RI menerbitkan panduan pelaksanaan dalam proses pengadaan barang dan jasa. 
 
Hal itu dituangkan dalam Surat Edaran Kepala LKPP RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pelaksanaan  Pembuktian  Kualifikasi/Klarifikasi  Dan Negosiasi Pada Pemilihan  Penyedia Dalam Masa Wabah  Virus  Corona (COVID-19). Surat edaran tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Maret dan  ditandatangani oleh Kepala LKPP RI Roni Dwi Susanto. 
 
Inti dari surat edaran tersebut adalah sebagai berikut :
 
I. Untuk  kebutuhan  barang/jasa  yang  tidak  dapat  ditunda. 
a.  Pembuktian  kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  secara  daring  untuk pembuktian  kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  yang  tidak  membutuhkan kunjungan  lapangan,  yaitu: 
 
1. Pokja  Pemilihan/Pejabat  Pengadaan  menyampaikan  undangan pembuktian kualifikasi/klarifikasi dan negosiasi dengan mencantumkan  pemberitahuan  mekanisme  pelaksanaan  pembuktian kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  secara  daring  kepada  Peserta Pemilihan/Calon  Pemenang. 
 
2. Peserta  Pemilihan/Calon  pemenang  mengirimkan  foto  dokumen  asli yang  diperlukan  secara  elektronik  kepada  akun  resmi  Pokja Pemilihan/Pejabat  Pengadaan. 
 
3. Foto  dokumen  asli  merupakan  foto  langsung  dari  kamera/telepon genggam  tanpa  proses  edit.
 
4.  Pertemuan  pembuktian  kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  dilakukan melalui  media  video  call  dan  didokumentasikan  dalam  format  video dan/atau  foto. 
 
b.  Pembuktian  kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  secara  luring  melalui  tatap muka  untuk  pembuktian  kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  yang membutuhkan  kunjungan  lapangan  dengan  menerapkan  protokol pencegahan  penyebaran  wabah  Virus  Corona  (COVID-19),  yaitu: 
 
1. Memastikan  bahwa  Pokja  Pemilihan/Pejabat  Pengadaan  dan Peserta  Pemilihan/Calon  Pemenang  dalam  kondisi  sehat. 
 
2. Kewajiban  untuk  menggunakan  masker  dan  sarung  tangan.
 
3.  Menjaga  jarak  tatap  muka  minimal  2  (dua)  meter.
 
4. Penggunaan  ruangan  terpisah  dengan  sekat  untuk  tatap  muka dan;
 
5. Pendeteksian  suhu  tubuh  dan  menjaga  kebersihan  tangan. 
 
 
II. Untuk  kebutuhan  barang/jasa  yang  dapat  ditunda.   
 
 Pokja  Pemilihan/Pejabat  Pengadaan  memundurkan  jadwal  pembuktian kualifikasi/klarifikasi  dan  negosiasi  dengan  melakukan  penjadwalan  kembali setelah berkoordinasi kualifikasi/klarifikasi dengan  PA/KPA/PPK.  Jadwal  pembuktian dan  negosiasi  dimundurkan  sampai  keadaan memungkinkan  atau  sesuai  dengan  penetapan  situasi  dan  kondisi  oleh Kepala  BNPB/Pejabat  yang  berwenang  menetapkan.   
 
Surat edaran tersebut dapat diakses pada  JDIH LKPP

Categories: NASIONAL

Sudah Dibaca sebanyak 0 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

Larangan Menggunakan Bilik Disinfektan Untuk Pencegahan COVID-19

Kemenkes RI melarang Penggunaan Bilik Disenfektan untuk Pencegahan COVID-19 Penyemprotan Disenfektan pada tubuh dilakukan sebagian masyarakat saat pandemi virus corona (COVID-19). Terbukti saat ini banyak yang menyiapkan cara sterilisasi (ruang desinfeksi) yang disiapkan di berbagai temp...

Image

MENKOMINFO RUDIANTARA BAKAL KUKUHKAN PENGURUS PERSADA.ID

TANGERANG - Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Rudiantara dipastikan bakal mengukuhkan pengurus  Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (PERSADA.ID) periode 2019-2023 di Tangerang-Banten pada 28 Agustus 2019.   Ketua Harian PERSADA.ID Syaifudin Ahmad menyebutkan kesed...

Image

Menkominfo Ingatkan Generasi Muda Soal Jejak Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika mengingatkan generasi muda agar bisa mengelola jejak digital dengan senantiasa menjaga komentar dalam media sosial dan menyebarluaskan informasi yang baik. "Jagalah ponsel kita, adik-adik yang sekarang sudah duduk di SMU, nanti akan kuliah, kemudian akan dap...