preloader
preloader
Akan Bentuk LPPL, Diskominfo Kukar Sambangi Kabupaten Paser
blog-thumb

Akan Bentuk LPPL, Diskominfo Kukar Sambangi Kabupaten Paser

Dengan digulirkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, dinyatakan bahwa Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) di seluruh Indonesia harus merubah kelembagaannya menjadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).
 
Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah memiliki aset lembaga penyiaran radio bernama RPK yang beroperasi di frekuensi FM 100,6 MHz. Namun hingga saat ini status kelembagaannya belum berubah menjadi LPPL.
 
Sebagai persiapan untuk perubahan status kelembagaan RPK FM, tim Diskominfo Kukar yang dipimpin Sekretaris Diskominfo Kukar Solihin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Paser, Rabu (13/10) siang. Turut serta dalam kunjungan kerja ini adalah Kasi Pengelolaan Media Komunikasi Publik (PMKP), Darlan, dan Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik(SDKP), Hermawan.
 
Kabupaten Paser menjadi tujuan kunjungan kerja tim Diskominfo Kukar lantaran Radio Pemerintah Daerah Kabupaten Paser telah resmi menjadi LPPL sejak tahun 2016 silam.
 
Kedatangan tim Diskominfo Kukar disambut Sekretaris Diskominfo Paser, Muhammad Erwin, beserta beberapa pejabat Struktural Diskominfo Paser.di ruang rapat Seketaris Diskominfo Paser.
 
Sekretaris Diskominfo Kukar Solihin menyampaikan, kunjungan ke LPPL Kabupaten Paser ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih banyak mengenai pembuatan badan hukum Peraturan Daerah yang dimiliki LPPL di Kabupaten Paser.
 
Seketaris Diskominfo Paser Muhammad Erwin mengatakan, pembentukan LPPL Kabupaten Paser telah dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda). "Perda merupakan syarat mutlak dalam pembentukan sebuah LPPL, karena Perda merupakan payung hukumnya sebuah LPPL untuk mengurus proses izin penyelenggaraan penyiaran," jelas Erwin. 
 
Ditambahkan Erwin, saat ini LPPL Paser terdiri dari 1 stasiun penyiaran, yaitu Radio Suara Daya Taka FM yang sudah mengantongi IPP (Izin Penyelenggaraan Penyiaran) yang tentunya merupakan legalitas untuk melakukan penyiaran sejak tahun 2016.
 
Selanjutnya Seketaris Diskominfo Kabupaten Paser menjelaskan, meski LPPL Paser sudah berdiri hampir 5 tahun, namun dalam perjalanannya selalu mengalami kendala, terutama kendala keuangan. "Karena selama ini LPPL Paser pengawasan, pengelolaan dan pembiayaan operasionalnya di bawah Diskominfo Kabupaten Paser. Meski demikian LPPL Paser mampu menjalankan operasional kelembagaannya dengan baik," ungkapnya.
 
Ditambahkan Erwin, adapun hasil pelaksanaan pemilihan anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPPL Radio di Kabupaten Paser melalui uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test oleh Anggota DPRD Kabupaten Paser dengan masa jabatan 5 tahun. "Dari hasil fit and proper test ini, telah terpilih 3 orang Dewan Pengawas LPPL. Sementara untuk mengisi jabatan Direktur Utama LPPL Paser, sementara ini masih dari Diskominfo Kabupaten Paser sendiri." demikian paparnya.
 
Usai berdiskusi banyak hal tentang penyiaran radio di Ruang Rapat Seketaris Diskominfo Paser, tim Diskominfo Kukar menyambangi LPPL Radio Pemerintah Kabupaten Paser.
 
Kedatangan tim Diskominfo Kukar disambut oleh Direktur Utama LPPL Paser Endang, didampingi Kasi Media Publik Rofi'i beserta sejumlah kru Radio Suara Daya Taka FM.
 
Kasi Media Publik Rofi'i yang membawahi LPPL Paser dalam hal pengelolaan dan penyebaran informasi daerah mengatakan, Diskominfo Paser punya pengelola Media Center di daerah dalam mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat, terutama berbagai kebijakan pemerintah daerah baik bidang ekonomi, politik dan budaya.
 
"Kemajuan teknologi, mengakibatkan masyarakat terus menuntut kemudahan akan akses informasi baik dari pusat maupun daerah. untuk itu keberadaan Media Center merupakan sarana yang paling tepat untuk mengelola penyebaran informasi kepada publik salah satunya keberadaan LPPL ini.  Dengan demikian, pengelola Media Center harus memiliki kemampuan jurnalistik yang baik sehingga informasi yang disampaikan kepada publik mudah difahami dan bermanfaat buat mereka," tegas Rofi'i.
 
Ditambahkan Direktur LPPL Paser, Endang, jam operasonal LPPL Paser sebelum pandemi adalah dari jam 07.30 hingga 21.00 WITA. Namun setelah adanya pandemi COVID-19, jam operasionalnya dibatasi hanya sampai pukul 16.00.WITA saja. "Untuk operasionalnya, LPPL Paser dibantu 3 orang penyiar dan 1 operator studio," demikian kata Endang.

Categories: KOMINFO

Sudah Dibaca sebanyak 7 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

Menangkap Peluang Usaha Di Era Digital Industri 4.0

Kec Kota Bangun 28 Nopember 2019   Diskominfo Kutai Kartanegara melalui Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik mengadakan pelatihan dan Pembinaan Pusat Komunitas Kreatif (Puskomkref) bagi pelaku usaha kreatif yang diikuti kurang lebih 40 orang peserta yang berasal dari pengelola UKM dan mas...

Image

Diskominfo Kukar Laksanakan Rakor Bahas Evaluasi dan Pemantauan SPBE

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar rapat koordinasi membahas evaluasi dan pemantauan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Rakor tersebut dilaksanakan di ruang rapat lantai 3 Kantor Diskominfo Kukar di Jalan Pahlawan No. 1 Bukit Biru, Tenggarong ...

Image

Diskominfo Kukar Studi Tiru Pengelolaan Monitoring Media dan Literasi Media di Balikpapan

Untuk mengetahui pengelolaan monitoring media dan literasi media yang dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan kegiatan studi tiru ke Balikpapan, Kamis (14/07) siang. Tim Diskominfo Kukar terdiri da...