preloader
preloader
Aplikasi Game FruitDash Diluncurkan, Game Karya Pelajar Asal Loa Kulu Susilo Adi Wibowo
blog-thumb

Aplikasi Game FruitDash Diluncurkan, Game Karya Pelajar Asal Loa Kulu Susilo Adi Wibowo

Seorang remaja asal Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Susilo Adi Wibowo (15) atau biasa dipanggil Adi, membuat terobosan kreatif dengan mengembangkan sebuah game pertama dari Kukar yang diberi nama "FruitDash".
 
Game karya pelajar SMKN 2 Tenggarong kelas 10 jurusan Multimedia ini resmi diluncurkan di Kedai Rogoss, Tenggarong, Sabtu (19/12/2020) malam, pada acara diskusi panel bertajuk Kemampuan Bahasa Inggris Mampu Menggali Bakat Anak yang digagas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Longman English Course (LEC).
 
Diskusi panel sekaligus peluncuran game FruitDash ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar Bahteramsyah didampingi Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Ahmad Rianto dan Kabid E-Government Hendra Wardana, penulis dan penggiat literasi Kaltim Syafruddin Pernyata, Ketua Gerakan Literasi Kukar (GLK) Erwan Riyadi, dan Ketua KIM LEC Miftahul Huda.
 
Pembuatan game FruitDash ini tak lepas dari minat Adi pada dunia game serta ketertarikannya untuk mempelajari bahasa Inggris di Longman English Course, Tenggarong. Adi yang didukung orangtuanya Supriyadi dan Listi akhirnya berhasil mengembangkan aplikasi game indie FruitDash. Seluruh konten dalam game ini dibuat sendiri oleh Adi dan dibantu KIM LEC dalam pemrograman desain game dan audionya karena banyak menggunakan bahasa inggris.
 
Dengan malu-malu, Adi mengaku hanya membutuhkan waktu 2 bulan untuk membuat aplikasi game tersebut. Untuk meramu game ini, Adi melihatnya dari chanel Youtube dan dipelajari secara otodidak.
 
Game FruitDash ini akan segera hadir di Google Playstore dan bisa diunduh secara gratis.Backsound atau suara latar pada permainan ini menggunakan musik etnik khas Kalimantan. Tanpa perlu ketangkasan tinggi atau sering latihan, pada permainan ini kita harus mengambil buah sebanyak mungkin agar bisa meraih poin yang banyak untuk naik ke level selanjutnya. Tapi kita perlu waspada, karena ada beberapa rintangan yang bisa muncul sewaktu-waktu.
 
Sementara Kepala Diskominfo Kukar Bahteramsyah memberikan apresiasi atas dikembangkannya game tersebut oleh Adi. Menurut Bahteramsyah, semangat berkolaborasi harus dibangun dari semua pihak dan berpartisipasi untuk bekerja sama dari semua lembaga-lembaga pengembangan anak yang ada, khususnya LEC Tenggarong.
 
"Kolaborasi adalah suatu proses partisipasi beberapa orang ataupun kelompok organisasi untuk bekerja sama mencapai hasil tertentu.
Sehingga kolaborasi merupakan salah satu cara yang terbaik untuk setiap jenis pembuatan aplikasi," pungkasnya. (tim-pkp)

Categories: KUTAI KARTANEGARA

Sudah Dibaca sebanyak 3 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

Sekda Kukar Sunggono Instruksikan ASN dan PPT Non ASN Update Mandiri Data Kepegawaian

Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono menginstruksikan kepada para ASN Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan update atau pemutakhiran data ASN secara digital melalui aplikasi mysapk BKN versi 2021 yang dapat diakses pada website BKN https://mysapk.bkn.go.id.   Instr...

Image

Kasus Positif COVID-19 di Kukar Kembali Mengalami Lonjakan

Pada hari Sabtu tanggal 11 Juli /2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif terinfeksi Coronavirus Disease (COVID-19) di Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami peningkatan sebanyak 5 kasus.   Dari 5 kasus baru itu, 1 kasus merupakan warga Kabupaten Kukar dari Kecamatan Sanga-Sanga. Sedang...

Image

Beraktivitas di Luar Rumah, Warga Diminta Untuk Selalu Gunakan Masker 

Menindaklanjuti himbauan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.    Tak hanya sekedar himbauan, Pemkab Kutai Ka...