preloader
preloader
<p> Berkah Pembangunan Infrastruktur Jalan di Muara Wis</p>
blog-thumb

Berkah Pembangunan Infrastruktur Jalan di Muara Wis

Muara Wis merupakan salah satu dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 9.139 jiwa berdasarkan data Kabupaten Kutai Kartanegara dalam Angka Tahun 2019, jumlah ini jika dibandingkan dengan kecamatan lain di Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa kecamatan ini berpenduduk paling sedikit. Kepadatan penduduknya pun hanya 8 jiwa per kilometer persegi.
 
Secara definitif, Muara Wis resmi berpisah dari Kecamatan Kota Bangun pada tahun 1996 silam. Dan mulai saat itu, kawasan yang terdiri dari 7 desa dengan kategori 2 desa berada di kawasan dengan kontur dataran tinggi yakni desa Lebak Cilong dan Desa Lebak Mantan yang masing-masing memiliki potensi sektor perkebunan, sementara 5 desa lainnya berada di sepanjang aliran sungai dan danau yakni Muawa Wis, Sebemban, Melintang, Muara Enggelam dan Enggalam, masing-masing desa ini merupakan penghasil ikan sungai dan danau baik itu perikanan tangkap ataupun perikanan budidaya.
 
Muara Wis yang dulunya hanya dapat dikunjungi menggunakan transportasi air,  kini dengan mudah dapat dijangkau melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan roda empat ataupun roda dua, meskipun masih harus menyeberang menggunakan kapal feri tradisional di Kecamatan Kota Bangun.
 
Begitu pesatnya pembangunan di Kecamatan Muara Wis saat ini jika dibandingkan 5 tahun silam, terutama dalam hal infrastruktur jalan, dijelaskan Camat Muara Wis, Arianto, saat ditemui tim Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP) Diskominfo Kutai Kartanegara, Kamis (10/09/2020) kemarin.
 
Menurut Arianto, dulu semua desa di Muara Wis saling terhubung melalui satu-satunya alat tranportasi sungai atau pun danau. Namun kini sudah 6 desa yang bisa dijangkau dengan menggunakan transportasi darat. "Meski masih ada yang tanah, namun saat musim kering semuanya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Sebagian di antaranya sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, kecuali Desa Muara Enggelam yang memang sebuah desa unik berada di atas air," jelasnya. 
 
Arianto menyatakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam hal ini Bupati Edi Damansyah, yang memiliki peran untuk membuka isolasi di wilayah Muara Wis lewat pembangunan infrastruktur jalan. "Karena beliau beserta jajarannya sering menggunakan sepeda motor trail masuk ke pelosok desa dan melihat langsung kondisi jalanan yang ada. Dengan begitu, kami bahkan tak sempat berucap atau membuat usulan kepada beliau untuk peningkatan badan jalan, akan tetapi beliau sendiri di lokasi yang dikunjungi itu secara langsung memerintahkan pejabat terkait untuk mencatat dan melakukan pembangunan apakah itu pembuatan badan jalan, peningkatan kualitas jalan bahkan pembangunan jembatan-jembatan untuk kelancaran sektor transportasi di daerah kami," ujarnya.
 
"Alhamdulillah, berkat infrastruktur jalan yang terbangun, kini hasil bumi Muara Wis, terutama sektor perikanan dan perkebunan sangat mudah dipasarkan. Bahkan para pembeli atau pedagang langsung datang bertemu dengan nelayan di daerah kami tanpa perantara sebagai mana tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini juga mendongkrak harga jual komoditas hasil bumi mengingat pembeli berani membeli dengan harga lebih tinggi dari sebelumnya, hal ini terjadi sebab biaya yang mereka keluarkan tidak besar untuk tiba di lokasi dan langsung membeli dari tangan pertama," ungkapnya. 
 
Terkait pandemi COVID-19 yang melanda berbagai belahan dunia saat ini, menurut Arianto hanya berdampak pada saat awal pandemi itu terjadi. Itupun karena masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu pendatang maupun warga Muara Wis sendiri harus melalui pemeriksaan ketat untuk keluar masuk kecamatan ini. Akibatnya komoditas yang seharusnya bisa dipanen jadi terhambat. Yang seharusnya bisa dijual, tertahan penjualannya.
 
Di saat pandemi COVID-19 menghantam beberapa kecamatan di Kutai Kartanegara, Kecamatan Muara Wis menjadi kecamatan Zona Hijau. Kecamatan ini memiliki tips tersendiri dalam melakukan edukasi kepada masyarakatnya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan kebijakan dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.
 
"Kami bersama seluruh Kepala Desa hingga RT berkomitmen untuk mempertahankan wilayah kami tetap berwarna hijau. Sinergitas para kepala desa menjadi poin utama, sehingga program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah bisa berjalan. Kini sejak adanya relaksasi ataupun new normal sebagai mana arahan Pemerintah agar kita ketat dalam penerapan protokol kesehatan namun juga kita tetap produktif. Saat ini  secara umum dapat kami katakan bahwa perekonomian masyarakat kami, alhamdulillah, tidak berdampak sama sekali," paparnya.
 
Mengakhiri diskusi panjang lebarnya terkait infrastruktur di Muara Wis, Arianto berharap agar ke depan pemerintah membangun jaringan telekomunikasi yang lebih luas di daerahnya, terutama di beberapa wilayah yang saat ini jaringannya kadang naik kadang turun atau dengan kata lain belum stabil.
 
"Sehingga nantinya masyarakat juga bisa ikut menikmati jaringan internet yang baik. Dengan demikian Bumdes yang sudah ada di setiap desa yang sekaligus menghimpun produk ibu-ibu PKK dan UKM, juga bisa memasarkan produknya secara online," ujarnya.
 
Sebagai penutup, Camat yang masih muda dan penuh semangat ini berharap kelak ada pembangunan jembatan menuju Kota Bangun Seberang. "Sehingga dapat semakin memperlancar siapapun yang berniat mengunjungi kecamatan Muara Wis dan desa di atas air, Muara Enggelam, yang sudah terkenal se Nusantara," pungkasnya.
 
=Tim PKP=

Categories: KUTAI KARTANEGARA

Sudah Dibaca sebanyak 3 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

Anggota BPD Loa Duri Ulu Periode 2020-2026 Resmi Dikukuhkan

Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Chairil Anwar melantik dan mengambil sumpah jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Loa Duri Ulu periode 2020-2026 bertempat di gedung BPU Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Rabu (07/10/2020) pagi.   Peresmian BPD Loa Duri Ulu ini di...

Image

Luar Biasanya Pantai Panrita Lopi

Sudah banyak tulisan tentang eloknya pantai ini namun kami Tim PKP Diskominfo Kukar mencoba mengungkap sisi lain pantai Panrita Lopi  di Kecamatan Muara Badak yang belum terekspos oleh media lain.   Terletak di antara dua kecamatan yakni Muara Badak dan Marangkayu, Pantai Panrita Lop...

Image

Napak Tilas

Seketaris Daerah Kab Kutai Kartanegara Bpk Sunggono,yang mewakili Bupati Kutai Kartanegara melepas peserta Napak Tilas berjumlah 700 orang di Tugu Pertahanan Merah Putih Sanga sanga  Minggu 26 Januari 2020.bertujuan untuk mengenang peristiwa yang disebut sebagai Peristiwa Perjuangan Merah Put...