preloader
preloader
Benur dan Nener Unggul Tersedia di "Benur Idaman" Muara Badak
blog-thumb

Benur dan Nener Unggul Tersedia di "Benur Idaman" Muara Badak

Potensi pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara kerap terdengar sebagai kawasan yang kaya minyak dan gas bumi. Nama besar seperti Hufco yang berubah menjadi VICO, lalu kini menjadi Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS) adalah salah satu di antara sekian banyak pengeboran sumur minyak besar di Tanah Air yang turut menyumbang pendapatan Negara.
 
Namun kali ini kita bicara pesisir pantai Kabupaten Kutai Kartanegara bukan terkait petensi migas, melainkan di sepanjang 335 km garis pantainya ternyata menyimpan potensi bahari yang luar biasa. Terlebih kini tengah dikembangkan dengan konsep budi daya yang sangat diharapkan turut berperan serta memajukan perekonomian masyarakat diwilayah pesisir.
 
Muara Badak adalah salah satu kecamatan di wilayah pesisir dimaksud yang  secara geografis berhadapan langsung dengan selat Makassar, daerah ini merupakan salah satu pemasok utama sektor perikanan laut ke kota-kota besar di Kalimantan Timur, baik itu hasil perikanan tangkap ataupun hasil perikanan budidaya.
 
Adalah Mursalim dan Subhan bersaudara selaku pemilik usaha BENUR IDAMAN yang bergerak pada penyediaan bibit benur udang windu dan bibit nener ikan bandeng. Mereka menuturkan bahwa jauh sebelum usaha penyediaan bibit mereka mulai, hasil produksi dari bibit yang ditebar dalam lahan tambak hanya berkisar 10 hingga 30 persen bahkan yang terburuk bisa-bisa petani tambak tidak dapat apa-apa.
 
"Berbagai perlakuan telah kami lakukan, baik perorangan ataupun berkelompok, mulai dari pemupukan, pakan yang berkualitas, peremajaan lahan dan penerapan berbagai tehnik penebaran serta pemeliharaan namun masih saja hasil yang kami dapatkan segitu-gitu saja meski bibit yang kami beli adalah bibit unggul yang bersertifikat," ujar Mursalim.
 
Pengalaman jatuh bangun diatas tak membuat mereka menyerah begitu saja. Hal itu justru membuat mereka semakin keras lagi berusaha  mencoba, menelaah dan mencari cara perlakuan bahwa bibit yang dibeli sebelum ditebar ke kolam terlebih dahulu menjalani proses penyesuaian alam mengingat bibit yang datang dari luar daerah mengalami stress akibat terlalu lama dalam wadah plastik, meski beroksigen tapi melalui proses perjalanan jauh, tergoncang dan lain sebagainya belum lagi penerbangan mengalami transit apalagi delay hingga tertahan lama dalam proses karantina sehingga bibit yang kami terima ada yang mati, lemas ataupun stress.
 
"Proses perlakuan kami mulai dari melepas kembali bibit yang baru datang ke dalam kolam yang airnya sendiri telah kami lakukan proses oksidasi sehingga airnya banyak mengandung oksigen yang sangat baik untuk pemulihan kondisi bibit baik itu nener maupun benur kemudian dibiarkan menyesuaikan dengan kondisi alam, kwalitas air dan lingkungan kita di Kalimantan sehingga pada saat dilepas tidak lagi kaget atau yang terburuk mati misalnya. Dengan rentetan perlakuan ini yang lamanya paling sedikit satu minggu baru bisa dilepas ke kolam sungguhan, Alhamdulillah kami mulai mendapatkan hasil yang menggembirakan atau dengan kata lain yang tadinya segitu-gitunya kini sudah menguntungkan," paparnya. 
 
Kini usaha yang mereka kembangkan bukan hanya untuk kebutuhan tambak kelompok mereka sendiri yang mengelola tambak seluas 100 Ha, melainkan juga untuk semua petani tambak udang dan bandeng di sekitar, termasuk dari kecamatan lain di Kutai Kartanegara dan daerah lain di Kalimantan Timur.
 
"Melalui usaha Benur Idaman ini juga kami bekerja sama dengan pemerintah Kab. Kutai Kartanegara dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan dimana kami bertugas menerima bantuan bibit dari pemerintah lalu kami lakukan proses sebagaimana mestinya untuk selanjutnya diserahkan ke pada petani tambak yang berhak menerimanya, jadi bantuan tidak langsung ke petani seperti selama ini melainkan kita proses dulu melalui shelter yang ada agar bibit bantuannya berkualitas baik dan tidak gampang gagal panen," jelasnya.. 
 
"Bukan hanya itu, kami juga mengundang saudara-saudara kami petani tambak untuk datang berdiskusi, berbagi pengalaman dan saling mengedukasi satu sama lain agar ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana memelihara udang dan bandeng yang baik dapat diketahui semua anggota dan petani tambak lainnya, nara sumbernya bisa dari Dislautkan Kabupaten, Penyuluh Perikanan atau dari kami sendiri mengingat kami dan teman-teman disini juga sudah memiliki sertifikat terkait budidaya perikanan, ini sangat penting mengingat secara umum kami bukanlah petambak yang mengelolaannya dilakukan secara insentif melainkan kami adalah pembudidaya udang dan bandeng secara tradisional yang tentu butuh pengetahuan sebagaimana kearifan lokal dari masing-masing area petambak," katanya lagi.
 
Oleh karena itu, lanjutnya, para petani tambak jangan ragu datang ke tempat mereka yakni BENUR IDAMAN yang terletak di Jalan Pelabuhan Jawi-Jawi Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak. "Kami siap melayani anda apakah itu penyediaan bibit, bantuan edukasi atau hanya sekedar berdiskusi, kami siap berbagi pengetahuan. Kami punya prinsip 3 Jaminan, jaminan bibit unggul, jaminan harga bersaing dan jaminan jumlahnya," demikian Mursalim menjelaskan. 
 
Masih ditempat yang sama, pak Indik seorang petani tambak yang kebetulan sedang melakukan pembelian bibit udang windu mengutarakan rasa senangnya dengan kehadiran Benur Idaman karena bibit yang ia tebar kini menampakkan hasil positif. "Jumlahnya pun dijamin sesuai dengan yang dibeli," pungkasnya. (Tim PKP Diskominfo)

Categories: EKONOMI

Sudah Dibaca sebanyak 6 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

Perekonomian Muara Muntai Kebal COVID-19

Muara Muntai adalah salah satu dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Terletak kurang lebih 157 kilometer arah barat dari kota Tenggarong, dapat ditempuh lewat darat kurang lebih 3 jam perjalanan.    Kecamatan Muara Muntai memiliki luas wilayah administratif 928,6...

Image

Plt Bupati Kukar Minta OPD Optimalkan PAD di Sektor Perikanan

Melimpahnya kekayaan alam pada sektor perikanan yang berada di wilayah hulu mahakam seperti di kecamatan Muara Muntai, Muara Wis dan Kenohan Kutai Kartanegara (Kukar), membuat masyarakat setempat menggantungkan ekonominya sebagai nelayan. Namun seiring melimpahnya sektor tersebut belum memberikan ...

Image

Satu-Satunya di Asia Tenggara, Pembuatan Kapal Pesiar Jenis SWATH Ternyata Ada di Anggana

Sungai Mahakam telah menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Kaltim jauh sebelum era modern. Kapal sebagai alat angkut ternyata jadi saksi bagaimana alih teknologi ikut berpengaruh pada budaya masyarakat tepi sungai. Alat transportasi apung itu tak lagi didominasi jenis mini yang berbahan kayu. Arus ...