preloader
preloader
Dampak COVID-19 di Desa Wisata Budaya Sungai Bawang, Sektor Pendidikan Terdampak Kegiatan Belajar Daring
blog-thumb

Dampak COVID-19 di Desa Wisata Budaya Sungai Bawang, Sektor Pendidikan Terdampak Kegiatan Belajar Daring

Kurang lebih 3 kilometer perjalanan darat dari Bandara APT Pranoto Samarinda menuju arah kota Bontang, di sisi kiri jalan dengan mudah ditemui gerbang bertuliskan Desa Budaya Sungai Bawang. Desa yang berjarak kurang lebih 1,5 km dari jalan poros tersebut beberapa waktu yang lalu oleh Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dicanangkan sebagai Desa Wisata.
 
Adalah Husain Saleh SH, pejabat yang untuk sementara waktu ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sungai Bawang hingga terlaksana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang kemungkinan akan digelar paska pelaksanaan Pilbup Kutai Kartanegara yang akan datang.
 
"Dengan ditetapkannya Desa Budaya Sungai Bawang sebagai Desa Wisata tentu bukanlah perkara mudah untuk benar-benar mewujudkannya sebagai mana yang diharapkan saat penetapan oleh Pak Bupati," kata sang Plt Kades, Husain Saleh.
 
Desa Sungai Bawang yang berpenduduk 1.647 jiwa yang terbagi dalam 5 Rukun Tetangga ini butuh semangat besar dan perjuangan tiada henti untuk mencapai itu. Semua penduduk desa ini mesti menyamakan persepsi, mindset dan fokus pada tercapainya tujuan menjadi desa wisata, seperti yang tertulis dalam data profil desa bahwa Desa Wisata Budaya Sungai Bawang merupakan 1 dari 13 desa yang ada di wilayah administratif kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. 
 
Di desa ini perlu ada dukungan sektor terkait untuk menggerakkan sektor UKM. Untuk dibina agar menghasilkan produk yang bisa dijual sebagai oleh-oleh saat wisatawan berkunjung ke daerah ini, sekaligus mengangkat roda perekonomian masyarakat setempat. Agar produk-produk di desa tersebut bisa dibuat baik jenis, kemasan ataupun desain produknya berbeda dengan produk yang ada di kawasan wisata lain.
 
Lebih lanjut sang Plt Kades juga menyoroti masih minimnya fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagaimana layaknya desa wisata. "Selain lamin yang sudah ada, kita juga butuh area parkir, dimana sekitarnya bisa dibuat etalase untuk memajang produk UKM," ujarnya.
 
Sementara untuk fasilitas air bersih, dipastikan akan segera direalisasikan tahun ini. "Alhamdulillah dalam beberapa waktu ke depan, desa ini akan segera dialiri air bersih oleh PDAM. Namun fasilitas seperti MCK dan WC Umum belum ada, tentu fasilitas ini juga sangat dibutuhkan sebagai prasyarat desa wisata," imbuhnya.
 
Dengan penuh semangat melakukan perubahan guna mewujudkan kenginan Bupati Kutai Kartanegara sebagai Desa Wisata, Plt Kades Sungai Bawang menjelaskan bahwa desa ini mayoritas dihuni oleh etnis Suku Dayak. Tentu hal ini merupakan suatu modal besar untuk terwujudnya desa budaya yang berkelas. "Kita bisa mulai dari pagar, rumah sampai bangunan apapun di kawasan ini mestinya dibangun menggunakan kayu ulin dengan lekuk ukiran Dayak sebagai ciri khas yang bisa menarik wisatawan berkunjung ke daerah ini," ujarnya.
 
Terkait COVID-19 yang 5 bulan terakhir menghebohkan seantero bumi, sang Kades mengatakan, hingga kini tak seorangpun warga desa Sungai Bawang yang terkonfirmasi positif COVID-19. "Karena kami semua bersepakat menerapkan protokol kesehatan secara konsisten," tegasnya. 
 
Hanya saja, lanjut Husain, dampak COVID-19 sangat terasa di sektor pendidikan, dalam hal ini proses belajar mengajar. Di desa ini memang hanya ada 1 sekolah setingkat PAUD dan 1 sekolah setingkat Sekolah Dasar. Akan tetapi karena area desa ini tidak terjangkau jaringan internet, akibatnya proses belajar mengajar secara daring (dalam jaringan) tak bisa dilakukan.
 
Akhirnya para guru atau pengajar mau tidak mau harus melakukan kunjungan dari rumah ke rumah atau door to door untuk menemui dan memberi pelajaran kepada siswa. Beruntung masih ada program pemerintah yang melakukan pembelajaran secara offline atau Luring (luar jaringan) yang diinisiasi Kemenkominfo bersama Kemendikbud melalui TVRI dan RRI, sehingga dalam sehari, tambahan pelajaran selain dari guru yang berkunjung juga ada dari media secara Luring.
 
Mengakhiri dialog bersama tim Dinas Kominfo Kutai Kartanegara, Plt Kades Desa Sungai Bawang dengan penuh harap kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara agar desa ini mudah dalam mencapai cita dan tujuan menjadi Desa Wisata. "Kami mohon bantuan ataupun pembangunan tempat menginap atau cottage bagi tamu yang ingin menikmati suasana malam di desa kami," harapnya.
 
Selain itu, tambah Husain, yang tidak kalah pentingnya adalah agar desa Sungai Bawang juga dapat tersentuh jaringan internet, apakah itu berbentuk BTS, Penguat Sinyal atau apapun itu sebagai prasyarat bagi masyarakat agar bisa melek informasi dan teknologi. "Dengan demikian anak-anak kami bisa meningkatkan pengetahuan dan menyetarakan diri dengan anak-anak desa lain sekitar, kami juga bisa berinteraksi dengan dunia luar mungkin dalam bentuk promosi desa wisata lewat media sosial, jualan produk UKM secara online ataupun sebagai penarik wisatawan yang mungkin ingin melakukan kegiatan outbond secara langsung di area-area yang akan kami buat menjadi area instagramable sehingga pengunjung tidak merasa terisolir serta mau dan senang berkunjung ke Desa Wisata Budaya Sungai Bawang. Semoga ini bisa terlaksana kelak sebagaimana harapan Pak Bupati, ironi memang jika jarak bandara APT Pranoto yang begitu dekat sehingga siang malam langit kami terlihat  pesawat take off ataupun landing, namun kami sendiri justru tidak tersentuh tehnologi internet," pungkasnya.
 
Terpisah, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengomentari hal ini. "Saya selaku Bupati Kutai Kartanegara meminta agar pihak swasta atau provider untuk turut serta berpartisipasi secara maksimal dalam membantu percepatan peningkatan layanan, dari yang ada saat ini 2G menjadi minimal 3G di desa tersebut yang sudah dicanangkan Pemerintah Daerah sebagai Desa Budaya," ujarnya.
 
(MJ-PKP)

Categories: KUTAI KARTANEGARA

Sudah Dibaca sebanyak 4 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

Update COVID-19 Kukar Per 20 September 2020: Kasus Positif  Bertambah 9 Kasus dan 6 Kasus Dinyatakan Sembuh

Kasus Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari Minggu 20 September 2020 yakni  sebanyak 9 kasus, serta penambahan 6  kasus yang dinyatakan sembuh.    Berikut Rincian Kasus terkonfirmasi positif: KK-945, ...

Image

Satu Pasien Dinyatakan Sembuh per 21 Juni, Kasus Sembuh COVID-19 di Kukar Sudah 61 Kasus

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengumumkan kabar baik berupa kesembuhan seorang pasien yang terjangkit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Melalui Press Release yang dikeluarkan Minggu (21/6) malam, Bupati Edi Damansyah menyebutkan pasien yang baru sembuh tersebut adalah KK-63, ...

Image

Pemkab Kukar Siap Sambut Tahun Baru Hijriah

Dalam rangka menyambut pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan menyelenggarakan kegiatan Festival Muharram 1441 H di Masjid Agung Sultan Sulaiman. Kegiatan Festival Muharram sendiri akan dimulai dengan Pawai Ta'aruf menyambut Tahun Baru Isla...