preloader
preloader
blog-thumb

Kisah Nenek Penyapu Jalanan Menabung 15 Tahun untuk Beli Sapi Kurban dan Kambing

Dimana ada kemauan, di situ ada jalan. Peribahasa tersebut tampak nyata dari usaha dan jerih payah yang dilakukan nenek Sumiati, seorang penyapu jalanan di kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
 
Perempuan berusia 71 tahun ini berhasil mewujudkan niat mulianya untuk berkurban tahun ini di Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada esok Kamis (31/07).
 
Nenek Sumiati bukanlah orang berada. Dia tinggal sendiri di rombong yang ada di kawasan Pasar Seni, Jalan Diponegoro, Tenggarong. Namun hal itu bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkurban meski harus menabung bertahun-tahun.
 
Tak tanggung-tanggung, nenek Sumiati berkurban 1 ekor sapi, ditambah 1 ekor kambing untuk sedekah keluarga. Sapi dan kambing itu dibeli seharga Rp 22 juta dengan menggunakan uang yang dikumpulkannya selama 15 tahun.
 
Sosok Sumiati sendiri sebenarnya tak asing di warga masyarakat yang bermukim di kawasan Pasar Seni, Tenggarong. Sumiati yang kesehariannya bekerja sebagai penyapu jalanan di Dinas Pekerjaan Umum Kukar menyisihkan pendapatannya dari gaji Rp 2,2 juta sebulan.
 
Selain menyisihkan gaji, Sumiati juga kerap menyisihkan sebagian uang dari hasil berjualan di rombongnya yang berada di Pasar Seni.
 
Rupiah demi rupiah Sumiati kumpulkan untuk mewujudkan niatnya untuk membeli sapi kurban dan kambing. Rasa bahagia dan senang pun terpancar dari raut wajah nenek Sumiati setelah uang yang terkumpul sudah lebih dari cukup untuk membeli hewan kurban.
 
“Alhamdulillah, dari hasil gaji perbulan dan jualan itu sekarang sudah terkumpul Rp 22 juta untuk membeli sapi untuk kurban, dan kambing untuk sedekah keluarga,” katanya.
 
Menurut Sumiati, uang senilai Rp 22 juta itu tidak serta merta didapatkannya. Namun, dia telah mengumpulkan uang tersebut sejak 15 tahun yang lalu dan dihajatkan untuk berkurban. Selama ini, Sumiati hidup sendiri, sementara keempat anaknya sudah berkeluarga dan tinggal masing masing.
 
"Saya tidur dan makan di rombong ini  menggunakan tikar yang lokasi nya di Pasar Seni yang sudah diberikan ijin oleh satpol PP sekaligus membersihkan sekitar kawasan pasar seni," ujarnya.
 
Jika pagi tiba. Sumiati bekerja untuk membersihkan jalanan di kawasan sekitar Pasar Seni, tepatnya di Jalan Diponegoro, Tenggarong.
 
Setiap hari, Sumiati menyapu jalanan dengan tubuh kecilnya. Gerakan dan langkahnya masih sangat cepat ketika menyapu jalanan kota Tenggarong.
 
Biasanya Sumiati mulai menyapu usai Subuh hingga jam 09.00 WITA. Ia bekerja selama 3-4 jam setiap harinya. Usai menyapu, ia pun beristirahat sambil membuka rombong kecil tempat berjualan makanan ringan, rokok, permen, kerupuk, dan lain sebagainya. 
 
“Saya jualan sampai malam. Dan di rombong ini juga tinggal,” ungkap Sumiati dengan bahasa yang masih sangat jelas di usianya yang senja saat ditemui tim Kominfo Kukar, Rabu (30/7/2020).
 
Saat ditanya alasannya ingin berkurban, Sumiati mengatakan niatnya berkurban untuk akhirat dan beramal agar dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya. Ini menandakan bahwa niat nenek Sumiati untuk berkurban tidak ingin diketahui banyak orang.
 
Nenek Sumiati sendiri telah membeli sapi dan kambing di kawasan Jalan Mangkuraja, Kamis (31/07/2020) sore. Dia dibantu puluhan personil Polres Kukar, termasuk Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho, yang langsung ke lapangan usai mendengar kabar tentang nenek Sumiati yang sangat menginspirasi dari awak media.
 
Dengan menggunakan truk Dalmas Polres Kukar, sapi dan kambing yang dibelinya kemudian diantar ke Langgar An-Nur. Nenek Sumiati kemudian menyerahkan sapi kurban kepada pengurus Langgar An-Nur. 
 
Sementara pedagang warung lain yang ada di kawasan Pasar Seni saat diwawancarai tim Kominfo mengatakan tidak menyangka jika nenek Sumiati yang hanyalah penyapu jalanan mampu membeli seekor sapi untuk berkurban dan seekor kambing untuk sedekah keluarga. “Saya sangat salut dan ini patut dicontoh,” ujarnya.
 
(her)pkp

Categories: KUTAI KARTANEGARA

Sudah Dibaca sebanyak 10 Kali

1 Komentar

  • Rwaeat

    September 25, 2020

    Bluze exercises are the underlying PE fingers in USA. natural sildenafil Jrsmjv bhmpky

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

Bergerak Searah Melawan Virus acorona

#Bergerak Searah Melawan Virus Corona# Tenggarong 29 Maret 2020 Hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara belum memberlakukan karantina wilayah atau lockdown dalam meredam penyebaran virus corona. Namun Pemerintah daerah Kukar selalu mengimbau masyarakat untuk sementara wak...

Image

Update COVID-19 per 17 Juli, Dua Pasien Dinyatakan Sembuh

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutai Kartanegara (Kukar) mengumumkan kabar baik kesembuhan dua orang pasien Corona per 17 Juli 2020.   Menurut juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kukar, dr Martina Yulianti, tambahan 2 warga Kukar yang sembuh dari paparan virus Corona adalah: ...

Image

Jumlah Kasus Positif COVID-19 di Kukar Secara Kumulatif Capai 99 Kasus

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutai Kartanegara (Kukar) terus bertambah. Tercatat hingga hari Minggu, 18 Juli 2020, ada tambahan 3 kasus baru.   Berdasarkan Press Release yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kukar, penambahan pasien positif COVID-19...