preloader
preloader
blog-thumb

Telah Hadir Alat Tes COVID-19 di RSUD AM Parikesit

Wabah virus corona masih terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam upaya penekanan penyebaran infeksi Covid-19, dilakukan pengujian terhadap virus SARS-CoV-2 ini.
 
Pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah rapid test. Rapid test hanya dapat digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal.Sebagai informasi, tes tersebut berbeda dengan pemeriksaan swab tenggorokan.
 
Sedangkan, untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi virus corona jenis baru menggunakan hasil dari pemeriksaan swab.
 
Pemeriksaan swab yaitu cara untuk mendapatkan sampel yang digunakan dalam metode PCR (Polumerasi Chain Reaction)
 
Pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung atau tenggorokan seseorang.
 
Sampel lendir yang diambil dengan metode swab akan diperiksa menggunakan metode PCR. Hasil akhir dari pemeriksaan tersebut menunjukkan ada tidaknya virus corona dalam tubuh seseorang.
 
Pemeriksaan menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasilnya.
Ini tergantung pada kapasistas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel.
 
Pemeriksaan biasa tanpa indikasi Covid-19 atau permintaan sendiri tidak ditanggung oleh pemerintah daerah atau dengan biaya sendiri.
 
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Tenggarong Seberang kini membuka layanan skrining pemeriksaan Covid-19 secara mandiri bagi masyarakat umum. Pemeriksaan ini dikenai biaya Rp 1.900.000 ditambah biaya administrasi Rp.100.000
 
Tes yang dilakukan meliputi pengambilan sampel swab atau lendir tenggorokan dan pemeriksaan PCR SARS-CoV-2
 
Dipungutnya biaya bagi masyarakat umum yang ingin melakukan tes swab, karena pengadaan alat swab merupakan anggaran milik pemerintah, uang yang dibayarkan oleh masyarakat juga disetorkan ke kas daerah.
 
Sementara itu, bagi sejumlah orang yang terlihat baik-baik saja, tidak memiliki riwayat berinteraksi dengan pasien Covid-19 ataupun tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah jika ingin melakukan tes ini harus mengeluarkan biaya sendiri. Pemeriksaan tes swab ini juga tidak ditanggung oleh BPJS dan murni biaya pribadi.
 
Biaya tes swab Covid-19 sendiri sebenarnya bisa gratis apabila seseorang tersebut telah memenuhi syarat.
 
Meskipun biaya tes swab Corona bisa gratis, namun bukan berarti setiap orang dapat bebas melakukan pemeriksaan terhadap paparan virus Corona.
 
Setiap orang yang ingin melakukan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap pasien melalui surat rujukan dari dokter rumah sakit pasien berasal.
 
Tak hanya itu, mereka juga harus memiliki sejumlah gejala yang menyerupai Covid-19 seperti batuk, demam, ataupun sesak nafas.
Selain bagi orang yang memiliki gejala positif Covid-19, 
 
Biaya tes juga dapat digratiskan bagi mereka yang termasuk ke dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan juga Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
 
ODP dan juga PDP dalam kategori pemerintah yang akan mendapatkan biaya tes swab Corona secara gratis adalah bagi ODP yang baru saja pulang dari luar dan dalam negeri khususnya dari daerah ataupun negara yang telah terinfeksi virus Corona serta bagi PDP yang memiliki gejala virus Corona.
 
(HR)PKP

Categories: KUTAI KARTANEGARA

Sudah Dibaca sebanyak 13 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

PENYEMPROTAN DISINFEKTAN OLEH SATPOLAIR KUTAI KARTANEGARA DI PELABUHAN SUNGAI MARIAM

Sungai Mariam , 9 April 2020 Jajaran Satpolairud Kabupaten Kutai Kartanegara Melakukan Penyemprotan Disinfektan Diwilayah Pelabuhan Sungai Mariam , Kecamatan Anggana. Di Pimpin Langsung Oleh Kepala Satuan Polair Polres Kutai Kartanegara , AKP T. ZIA FAHLEVI S.I.K , Dan Anggota Melakukan Penyemprota...

Image

Tambahan 1 Kasus Baru dari Anggana, Jumlah Kasus Positif COVID-19 di Kukar Kini Capai 100 Kasus

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutai Kartanegara (Kukar) mengumumkan tambahan 1 kasus baru yang merupakan kasus ke-100 terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah ini.   "Hari ini ada 1 kasus terkonfirmasi positif, yakni KK-100, jenis kelamin laki-laki, usia 44 tahun dari ke...

Image

Budayakan Keamanan Informasi, Perlu Pembiasaan Masyarakat

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai ketahanan siber di Indonesia lebih dipengaruhi oleh perhatian masyarakat terhadap isu keamanan dan manfaatnya. Oleh karena itu, dalam membudayakan keamanan informasi dibutuhkan pemahaman atas segmen masyarakat dan pembiasaan agar keamanan sibe...