preloader
preloader
blog-thumb

Kutai Kartanegara Mulai Laksanakan Fase Relaksasi Menuju Tatanan Normal Baru

Mulai 5 Juni 2020, Pemkab Kutai Kartanegara melaksanakan fase relaksasi menuju New Normal atau tatanan normal baru yang produktif dan aman pada masa pandemi COVID-19.

Dalam rapat koordinasi secara virtual yang digelar Kamis (04/06) malam, Bupati Kukar Edi Damansyah menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 tidak hanya memberi dampak pada sektor kesehatan saja, namun juga menimbulkan dampak pada sektor ekonomi, sosial dan budaya. 
 
"Dengan terjadinya pembatasan mobilitas dan interaksi penduduk, berakibat pada melemahnya sektor ekonomi masyarakat, dunia usaha, bahkan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), terhentinya aktivitas pekerjaan pada sektor tertentu, perkantoran serta aktivitas pendidikan," ujarnya.
 
Menurut Edi Damansyah, dengan mempertimbangkan perkembangan kasus COVID-19 yang belum dapat diatasi dalam waktu dekat dan mengingat belum ditemukannya vaksin untuk mencegah penyebaran COVID-19, dan di sisi lain tidak mungkin untuk menetapkan pembatasan secara terus menerus, maka perlu dilakukan upaya-upaya yang signifikan agar dampak yang terjadi pada sektor di luar kesehatan tidak semakin meluas.
 
Ditambahkan Bupati Kukar, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dilaksanakannya fase relaksasi menuju normal baru ini. Pertama adalah penularan COVID-19 mulai dapat dikendalikan. Dan kedua, kapasitas sistem kesehatan baik pada aspek pencegahan maupun pelayanan sudah lebih baik mulai dari Puskesmas, rumah sakit, peralatan medis, fasilitas pengujian, fasilitas isolasi, Alat Pelindung Diri (APD), prosedur pelayanan, pelacakan kontak hingga karantina.
 
"Berdasarkan hal tersebut di atas, langkah yang akan diambil adalah melakukan relaksasi atau pelonggaran dalam hal mobilitas dan interaksi penduduk. Mengingat masyarakat belum sepenuhnya memahami dan menyadari tentang pencegahan penularan COVID-19 maka pelaksanaan relaksasi menuju Tatanan Normal Baru memerlukan protokol kesehatan yang ketat agar sejalan dengan upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan COVID-19," katanya lagi.
 
Kendati demikian, lanjut Bupati Kukar, tidak semua wilayah desa/kelurahan di Kukar yang diizinkan melaksanakan fase relaksasi ini. Hanya wilayah yang masuk Zona Hijau atau Zona Kuning yang diperkenankan.
 
Dari data Dinas Kesehatan Kukar per 4 Juni 2020, ada 3 desa/kelurahan di Kukar yang masuk kategori Zona Merah, yakni desa Loa Janan Ulu (Kecamatan Loa Janan), kemudian Kelurahan Muara Jawa Tengah dan Kelurahan Muara Jawa Ulu (Kecamatan Muara Jawa).
 
Menurut Bupati Edi Damansyah, Pemkab Kukar telah membuat surat edaran terkait pelaksanaan relaksasi menuju tatanan normal baru ini yang berisi panduan bagi beberapa sektor mengenai protokol yang harus diterapkan guna mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19. 
 
Dalam surat edaran tersebut, diatur panduan atau protokol pencegahan penularan COVID-19 bagi pengguna jalan, di fasilitas umum, di fasilitas kesehatan, Pasar Rakyat/Pasar Malam, Angkringan, Cafe, PKL, toko tradisional/modern, restoran/rumah makan, tempat ibadah serta di perkantoran. (maw)

Categories: KUTAI KARTANEGARA

Sudah Dibaca sebanyak 13 Kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Terkait

Image

MTQ Ke 40 di Muara Wis

  Selamat dan sukses Kecamatan Muara Wis atas penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten. Jadikan Momen MTQ untuk meningkatkan iman dan Taqwa serta semangat beribadah, mari bersama merubah mindset BEKERJA ADALAH IBADAH dalam mengambil peran semangat membangun Kutai Kartanegara.  ...

Image

Pemerintah Desa Anggana Salurkan BLT Dana Desa

Pemerintah Desa Anggana menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2020 kepada masyarakat Desa Anggana, Kamis (21/05) kemarin.   BLT Dana Desa sebesar Rp 600 ribu per Kepala Keluarga (KK) ini diberikan kepada 158 KK yang tersebar di 14 RT.   Warga yang berhak mendap...

Image

Desa Tertinggal Ini Persembahkan 2 Kado Istimewa Buat Kukar

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini masih berstatus sebagai desa tertinggal. Kondisi ini tidak membuat perangkat desa.dan warganya menjadi minder. Bahkan terus berinovasi memban...