Plt Bupati Launching Rumah Kaligrafi Di Pulau Kumala

Rumah Kaligrafi Kutai Kartanegara (Kukar) resmi di launching oleh Plt Bupati Edi Damansyah di Pulau Kumala, Tenggarong, Minggu (17/06) pagi tadi.

Launching ditandai dengan menggoreskan tulisan kaligrafi oleh Plt Bupati bersama Ketua DPRD Kukar Salehuddin dan Ketua MUI H Aminuddin Edy, disaksikan oleh Asisten I Chairil Anwar, Kepala Dinas Pariwisata Sri Wahyuni, serta Kepala OPD lainnya.

"Ini bagian upaya kita untuk Syiar Islam. Kami ingin melalui rumah kaligrafi ini dapat memberikan pengetahuan dan membuka wawasan seluruh masyarakat tentang indahnya seni dan kaligrafi yang menuliskan ayat-ayat Al Qur'an," kata Edi.

Namun yang terpenting, lanjutnya, adalah memaknai isi yang terkandung dalam ayat-ayat Al Qur'an tersebut dan mengimplementasikannya sehingga bisa menjadi bagian dari pembinaan umat.

"Kami berharap melalui Rumah Kaligrafi Kutai Kartanegara ini dapat memberikan pembelajaran dan peningkatan kompetensi SDM khususnya kepada Generasi Muda Kutai Kartanegara serta masyarakat yang berkunjung berwisata ke Pulau Kumala," ucapnya.

Melalui rumah kaligrafi ini, Edi juga berharap dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk berkarya dan mengembangkan jiwa Entrepreneurship menuju kemandirian pemuda melalui industri kreatif.

"Alhamdulillah pengembangan dan pembinaan seni kaligrafi semakin berkembang yang ditandai dengan terbentuknya komunitas kaligrafi Kutai Kartanegara," ujar Edi.

Melalui pembinaan dan dukungan semua pihak, sambungnya, kaligrafi ini merupakan salah satu cabang andalan Kafilah Kukar pada setiap pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"Alhamdulillah Kafilah Kabupaten Kutai Kartanegara mampu menjadi Juara umum pada penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2 tahun secara berturut – turut," cetusnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Kaligrafi Kutai Kartanegara Muhammad Ja'far menjelaskan, ada empat jenis kaligrafi yang dibuat, yakni kaligrafi Mushaf, kaligrafi Naskah, kaligrafi Dekorasi dan kaligrafi Kontemporer.

"Kaligrafi dekoratif biasanya dipajang di masjid-masjid atau rumah. Kalau kontemporer isinya tentang tentang lukisan kekinian, sedangkan kaligrafi Mushaf seperti yang terdapat pada sampul Al Qur'an, dan kaligrafi Naskah itu sama seperti didalam Al Qur'an," sebutnya.

Muhammad Ja'far menambahkan, Komunitas Kaligrafi Kutai Kartanegara terbentuk pada 4 Februari 2018 lalu dan memiliki anggota yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Muara Badak, Samboja dan Muara Wis.

"Bapak Edi Damansyah memberikan apresiasinya dan menempatkannya disini (Pulau Kumala, Red). Terima kasih kepada pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara yang telah memberikan supportnya" tutupnya. (end)

http://www.kutaikartanegaranews.com/…/di-pulau-kumala-plt-b…

 

Share This Post: